Boltim

Wisata Boltim ‘Raja Gaga’, Pulau Nenas Jadi Sorotan Nasional

BOLTIM, LestariNews.com – Potensi wisata Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) semakin dilirik di tingkat nasional. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Pulau Nenas, yang menawarkan keindahan alam dan laut yang memukau.

Hal tersebut diungkapkan Nurjulis Ali, S.Pd., Andalan Bidang Organisasi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Cabang Boltim, saat membuka kegiatan perkemahan Young Peace Builders Programe, Preservation Of Cultural Identity And Tourism in Bolaang Mongondow Dialogue For Piace Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Boltim, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tutuyan, Kamis (23/10/2025).

“Jadi kemarin saya mengikuti pelatihan dialogue for peace tingkat nasional. Ternyata, Bolaang Mongondow Timur sudah dikenal di tingkat nasional. Saya bahkan kaget ketika beberapa peserta dari daerah lain mengaku sudah mengenal Pulau Nenas lewat media sosial,” ujar Nurjulis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa promosi wisata Boltim akan digelorakan melalui kegiatan tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Gorontalo. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program badan Satuan Karya Pramuka (Saka), di mana salah satu fokusnya adalah menampilkan potensi pariwisata daerah.

“Kegiatan itu akan memperlihatkan lagi pariwisata apa-apa yang ada di Bolaang Mogondow Timur. Seperti Tanjung Woka, Tanjung Silar, Pantai Batu Buaya, dan Pulau Nenas,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena merupakan bagian dari gerakan pramuka dunia, dan Kwarcab Boltim menjadi salah satu yang terpilih dari Sulawesi Utara untuk ikut serta.

“Kegiatan ini sudah saya laporkan ke bupati kemarin, termasuk kepada Ketua Kwarcab Boltim yang juga merupakan anggota dewan, jadi semua sudah disampaikan,” ucap guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Tutuyan 3 ini.

Ia pun berharap, ke depan terjalin kerja sama yang erat antara pemerintah dan pramuka.

“Tujuan saya salah satunya adalah membangun kerja sama antara pemerintah dan pramuka. Baik dalam kegiatan pariwisata, pelestarian kebudayaan, dan tentang sejarahnya. Karena jujur saja, banyak anak usia 7 hingga 20 tahun belum mengetahui apa itu Bolaang Mogondow. Bahkan saya yang asli Gorontalo tertarik mempelajarinya, karena dalam dialogue for peace ini ditekankan pentingnya pemahaman tentang kebudayaan, lintas agama, dan toleransi,” tandasnya. (Gazali Ligawa)

Related Articles

Back to top button