Kematian Siswa PKL di Swiss-belhotel Manado Jadi Sorotan Anggota DPRD

MANADO, LestariNews.com – Tragedi dugaan kematian tak wajar yang menimpa seorang remaja siswa SMK 3 Manado, berinisial RKS, warga Kelurahan Dendengan Dalam yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Hotel Swiss-Belhotel Manado, pada hari Senin 16 September 2024, telah mengguncang masyarakat Kota Manado. Kasus kematian misterius ini menyisakan pertanyaan besar bagi banyak pihak.
Anggota DPRD Manado, Sri Nanda Lamadau, salah satu di antara mereka yang turut angkat bicara. Ia meminta pihak Kepolisian Manado segera mengusut tuntas kejadian ini. Menurut Lamadau, korban yang masih berusia 16 tahun ini diduga mengalami teror dari salah satu karyawan hotel tempatnya menjalani PKL sebelum meninggal dunia.
“Saya mendengar informasi bahwa anak ini sempat mengungkapkan ketakutannya sebelum meninggal. Ia merasa bahwa jika terus bekerja di hotel itu, hidupnya akan berakhir. Informasi ini sangat mengejutkan,” kata Lamadau.
Sebagai wakil rakyat, ia merasa perlu untuk memastikan kasus ini diungkap secara tuntas agar keadilan bisa ditegakkan. Ia juga meminta pihak keluarga korban untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dalam proses otopsi dan penyelidikan.
“Saya berharap keluarga dapat mengizinkan otopsi dilakukan, serta mendukung upaya kepolisian untuk bekerja seadil-adilnya. Ini adalah upaya untuk mencari kebenaran di balik kejadian ini,” tambahnya.
Lamadau juga menekankan pentingnya peran manajemen hotel dalam membantu pengungkapan kasus ini. Ia mengkritisi absennya rekaman CCTV di hotel sebesar Swiss-Belhotel, yang dianggap tidak masuk akal mengingat statusnya sebagai hotel bintang empat.
“Bagaimana mungkin hotel sebesar ini tidak memiliki CCTV? Jika ada rekaman, dugaan adanya pelaku mungkin sudah tertangkap atau jika memang kecelakaan kerja, itu bisa dibuktikan. Situasi ini sangat janggal, dan perlu diusut oleh pihak terkait,” tegasnya.
Sri Nanda Lamadau bersama anggota DPRD Manado lainnya berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pihak kepolisian, manajemen hotel, masyarakat, serta pemerintah Kota Manado sangat penting untuk mengungkap fakta sebenarnya.
“Kami di DPRD akan memastikan kasus ini tidak diabaikan. Ini adalah tugas kita bersama, apalagi jika hal seperti ini menimpa keluarga kita. Jangan sampai kasus ini hilang begitu saja karena korban berasal dari keluarga yang kurang mampu. Keadilan harus ditegakkan, dan kita semua harus bekerja sama untuk itu,” tutupnya.
Kematian tragis ini menjadi perhatian serius, dan harapan besar agar kebenaran segera terungkap terus menggema di tengah masyarakat.
(***)



