Kebocoran Penampungan PT Semen Tonasa di Bitung Picu Polusi Debu Pekat

BITUNG, LestariNews.com – Tong raksasa penampung semen milik PT Semen Tonasa di kawasan Pelabuhan Samudera Bitung dilaporkan mengalami kebocoran yang memicu polusi debu pekat di sekitar area pelabuhan pada Selasa (12/11/2024) pagi.
Insiden ini langsung mendapat perhatian aparat setempat, mengingat dampaknya terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat dan pekerja di kawasan pelabuhan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, AKP Julio Jagratara Tampoi, mengonfirmasi adanya insiden tersebut namun menegaskan bahwa tumpahan semen tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran pada penampung, melainkan karena kapasitas penampungan yang telah penuh.
“Tumpahan semen ini bukan kebocoran. Melainkan tampungan sudah penuh,” jelas Julio.
Pihak kepolisian bersama Intel Polres Bitung saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian dalam insiden ini. Julio menambahkan bahwa proses investigasi tengah berlangsung, dan hasil lebih lanjut akan segera diberitahukan kepada publik.
“Apakah ada kelalaian atau tidak kami sedang mendalami. Kami berharap teman-teman wartawan bersabar. Pasti akan diinformasikan lebih lanjut,” lanjut Julio.
Tumpahan semen yang memenuhi udara dengan debu pekat telah berdampak serius terhadap aktivitas di sekitar pelabuhan. Jalanan utama di depan Pelabuhan Samudera Bitung dipenuhi oleh debu semen, mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan kesehatan warga sekitar. Beberapa pekerja pelabuhan bahkan mengeluhkan iritasi mata dan pernapasan akibat debu yang menyelimuti area tersebut.
Beberapa warga yang bermukim di sekitar pelabuhan juga menyuarakan kekhawatiran akan dampak jangka panjang dari paparan debu semen ini terhadap kesehatan mereka. Selain itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan terganggu akibat jarak pandang yang terbatas serta risiko kesehatan bagi pekerja yang harus terpapar langsung oleh debu tersebut.
Hingga berita ini dirilis, pihak PT Semen Tonasa belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, masyarakat berharap perusahaan segera mengambil langkah antisipatif, termasuk peningkatan keamanan penampungan dan penerapan protokol keselamatan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
(***)



