Bawaslu Bitung Awasi Pemusnahan Surat Suara Lebih dan Rusak Menjelang Pilkada 2024

BITUNG, LestariNews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bitung terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 berjalan dengan lancar, aman, dan transparan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengawasi secara langsung pemusnahan kelebihan surat suara dan surat suara yang rusak. Proses tersebut dilaksanakan di gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung pada Selasa malam (26/11/2024), setelah seluruh logistik pemilu didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ahmad Syakur, anggota Bawaslu Bitung, menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan logistik pemilu. “Kelebihan dan surat suara rusak harus dimusnahkan untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang dapat mencederai prinsip demokrasi. Kami ingin memastikan pelaksanaan Pilkada ini adil, transparan, dan bebas dari kecurangan,” ujarnya.
Ahmad juga menambahkan bahwa seluruh logistik Pilkada, termasuk surat suara dan alat pendukung pencoblosan, telah terdistribusi secara merata ke 412 TPS di wilayah Kota Bitung. “Kami memantau langsung proses distribusi hingga selesai. Hal ini untuk memastikan tidak ada TPS yang kekurangan logistik atau menghadapi kendala teknis,” katanya.
Proses pemusnahan surat suara berlebih dan rusak dilakukan dengan membakar seluruh dokumen tersebut di lokasi yang telah ditentukan. Pemusnahan ini disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk anggota Bawaslu, KPU, aparat kepolisian, dan perwakilan dari peserta Pilkada. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilu.
Ketua KPU Kota Bitung, Deslie D. Sumampouw, mengatakan bahwa jumlah surat suara yang dimusnahkan telah dihitung secara rinci. “Setiap lembar surat suara yang dimusnahkan telah didokumentasikan untuk memastikan akuntabilitas. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses ini berjalan sesuai peraturan yang berlaku,” jelas Deslie.
(glg)



