Opini

Lampu Kecil di Ujung Jalan

LestariNews.com – Di sebuah desa yang sepi, malam selalu datang lebih cepat. Jalanan berdebu dan rumah-rumah kayu tampak seperti tertidur dalam gelap. Namun, di ujung jalan, ada lampu kecil yang selalu menyala, menebar cahaya hangat.

Alya, seorang gadis remaja, sering berjalan melewati jalan itu untuk pulang dari sekolah. Ia selalu merasa nyaman melihat lampu itu, meski tak pernah tahu siapa yang menyalakannya.

Malam itu, hujan turun ringan. Ayla berlari kecil, tasnya basah, dan rintik hujan menempel di wajahnya. Lampu kecil di ujung jalan tampak semakin terang.

Saat ia hampir sampai, sebuah suara lembut memanggil, “Alya…” Ia menoleh, tapi tak ada seorang pun. Hatinya berdebar, tapi ada rasa aman yang aneh. Lampu kecil itu seolah menuntunnya, bukan hanya menerangi jalan, tapi juga menenangkan ketakutannya.

Keesokan harinya, Alya memberanikan diri mendekati lampu itu. Di bawahnya, duduk seorang lelaki tua dengan senyum ramah.

“Ini untuk semua anak yang takut gelap,” katanya. “Lampu ini akan selalu ada, agar kau tahu, ada cahaya meski dunia terasa gelap.”

Sejak hari itu, Alya tak lagi takut malam. Setiap langkahnya di jalan yang sepi, ia selalu mencari lampu kecil itu, sebagai pengingat bahwa dalam gelap sekalipun, selalu ada cahaya yang menunggu. (Gazali Ligawa)

Related Articles

Back to top button