Kecelakaan Tambang Emas di Desa Tatelu Memakan Korban, Polda Sulut Ungkap 3 Orang Tersangka

LestariNews.com, Minut- Penyidik dari Kepolisian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menyerahkan berkas perkara tentang insiden tambang emas rakyat di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.
Tiga orang diidentifikasi oleh polisi sebagai tersangka dalam kasus ini.
Hasil pemeriksaan penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Sulut menghasilkan banyak informasi, salah satunya tentang kemungkinan bahwa tambang emas rakyat tersebut bekerja secara ilegal.
ML, EH, dan SM adalah pendana dan pengawas yang diduga.
Namun, korbannya adalah tiga pekerja yang tewas ketika air memenuhi lubang tambang.
Masyarakat sekitar sempat terkejut dengan peristiwa yang terjadi pada 6 Desember 2024.
Pelaku dijerat dengan berbagai pasal, termasuk Pasal 158 jo Pasal 35 UU 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU RI No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan dan Pasal 359 jo 55 KUHP tentang kelalaian menyebapkan orang lain meninggal dunia.
Menurut Kompol Rido Doly Kristian, Kasubdit Jatanras Polda Sulut, kasus tersebut sedang dalam proses penyidikan dan telah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum.
Rido mengatakan, “Berkas perkara sudah kami kirim, dan saat ini masih diteliti oleh rekan rekan jaksa.”
Detik-detik Air Masuk ke Lubang Tambang
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, salah satu rekan korban menceritakan bagaimana air masuk ke dalam lubang tambang.
Awalnya ada enam orang dalam lubang tambang tersebut; tiga dari mereka berada jauh di dalam, dan tiga lainnya berada lebih dekat ke lubang keluar tambang.
Air tiba-tiba muncul dari dalam tambang saat menambang.
Salah satu penambang sontak memberi tahu rekannya bahwa ada air di dalam tambang. Mereka mengatakan bahwa ada tiga penambang (korban) di dalam. Rekan korban, seorang penambang, mengatakan, “Tapi (mereka) sudah tidak sempat menyelamatkan diri karena jauh dari jalur keluar.”
Dari enam orang yang berada di lubang tambang pada awalnya, tiga berhasil menyelamatlan diri. Sementara tiga orang lainnya terjebak karena jumlah air yang terlalu besar di dalam lubang tambang.
Rekan korban mengklaim bahwa sumber air di dalam tambang diduga berasal dari lubang lain.
“Kemungkinan air tembusan, masuk dari lubang yang lain,” kata rekan korban.
Dari informasi yang dikumpulkan, lokasi tambang tersebut sudah ada setahun sebelumnya.
Seorang penambang yang enggan disebutkan namanya menceritakan peristiwa yang terjadi sebelum kejadian: “Kedalamanya kira-kira sekitar 30 meter.”
“Palu yang dipakai oleh seorang penambang patah,” kata penambang tersebut Minggu (12/11/2024).
Penambang itu terus dan meminta rekannya keluar dari lubang.
Air keluar dari lubang dalam sekejap.
“Tiga orang (dari 6 penambang) berhasil keluar dari lubang. Namun ada yang hampir ikut terjebak dan harus mendapat pertolongan di luar lubang,” kata penambang itu. (glg)



