Dompet Dhuafa Sulut Sukses Gelar Kegiatan Pengembangan JSI Untuk Kesehatan Berkelanjutan

MANADO, LestariNews.com – Dompet Dhuafa Sulawesi Utara kembali mengukir prestasi dengan sukses mengadakan kegiatan Pengembangan Jaringan Sehat Indonesia (JSI) pada tanggal 27-29 September 2024 di Treetop Zeepark Grand Luley, Manado. Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta dari berbagai aliansi kesehatan, termasuk organisasi profesi, akademisi, dan praktisi di bidang kesehatan. Dengan tema besar pengembangan jaringan kesehatan di Sulawesi Utara, acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang lebih inklusif dan merata.
Penguatan Jaringan Kesehatan melalui Kolaborasi
Selama tiga hari, peserta diajak untuk berpartisipasi dalam sesi diskusi dan pelatihan yang bertujuan memperkuat jaringan kesehatan di Sulawesi Utara, termasuk bagaimana mengatasi tantangan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan berkualitas. Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan para pelaku kesehatan, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta inovasi yang dapat memperkuat sistem kesehatan daerah.
Kegiatan ini digerakkan oleh Fai Umarama sebagai PIC acara, yang bersama tim pelaksana lainnya berhasil menciptakan suasana kolaboratif dan penuh antusiasme. Dukungan penuh juga datang dari Hamidah Sri Supriati (Bunda Mimi), seorang apoteker dan Koordinator Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulawesi Utara, yang turut membantu memastikan kegiatan ini berjalan lancar. LKC Sulawesi Utara juga memperkenalkan berbagai layanan kesehatan yang ditawarkan sebagai solusi bagi masyarakat yang kurang terjangkau oleh layanan kesehatan konvensional.
Keterlibatan Pemerintah dan Dukungan Berbagai Lembaga
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, khususnya perwakilan pemerintah kota Manado, serta sejumlah lembaga kesehatan dan organisasi profesi. Perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes turut hadir untuk memberikan pandangan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kesehatan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap krisis kesehatan. Dukungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam membangun jaringan kesehatan yang tangguh.
Acara ini diakui sebagai salah satu kegiatan Jaringan Sehat Indonesia (JSI) dengan jumlah peserta terbanyak di wilayah Indonesia. Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan pentingnya inisiatif seperti ini dalam memperkuat ekosistem kesehatan yang ada, terutama di wilayah Sulawesi Utara yang memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang cukup besar.
Bincang-Bincang di RAL FM: Menyusun Rencana Aksi Kesehatan
Menutup rangkaian kegiatan JSI, dilaksanakan sesi bincang-bincang ringan di Radio RAL FM Manado pada 29 September 2024. Sesi ini menghadirkan Mener Imam, seorang dosen dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang mewakili Organisasi Profesi Apoteker Farmasis Indonesia Bersatu (FIB), dan Mener Surya Sumantri dari Unsrat yang juga mewakili Puskris Manado. Mereka berbincang bersama tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Dompet Dhuafa Pusat terkait tindak lanjut kegiatan JSI yang baru saja diselenggarakan.
Diskusi tersebut membahas rencana-rencana aksi kesehatan di masa mendatang, termasuk pelibatan lebih luas masyarakat dan komunitas kesehatan lokal. Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah bagaimana mengoptimalkan program-program kesehatan berbasis komunitas, serta memperluas cakupan layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil.
Surya Sumantri, yang mewakili Puskris, menekankan pentingnya keberlanjutan program ini dengan dukungan regulasi dan infrastruktur yang kuat. Sementara itu, Imam dari FIB menggarisbawahi perlunya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di Sulawesi Utara melalui pelatihan-pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Peran Dompet Dhuafa dalam Menjawab Kebutuhan Kesehatan Masyarakat
Selain diskusi, kegiatan JSI ini juga menyoroti layanan kesehatan yang ditawarkan oleh LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Utara. Sebagai lembaga yang berfokus pada penyediaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, LKC telah menjadi pionir dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di Sulut. Berbagai layanan yang ditawarkan LKC, seperti pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta edukasi kesehatan, menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses ke layanan kesehatan dasar.
Selama kegiatan JSI, LKC memperkenalkan program-program terbaru mereka, yang mencakup pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas serta peningkatan keterampilan tenaga kesehatan di daerah terpencil. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan daerah, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses kesehatan.
Rencana Aksi Kesehatan ke Depan
Bincang-bincang ringan di RAL FM juga membahas agenda ke depan untuk pengembangan JSI di Sulawesi Utara. Salah satu rencana utama yang diangkat adalah memperkuat sinergi antar organisasi kesehatan dan pemerintah dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, terutama di daerah-daerah yang masih rentan terhadap krisis kesehatan. Para peserta berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan aksi nyata, seperti pengobatan massal di wilayah-wilayah terpencil dan pelatihan bagi tenaga medis lokal.
Dompet Dhuafa Sulut, melalui LKC dan tim RDK-nya, juga berkomitmen untuk memperluas cakupan program kesehatan mereka dengan fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan primer serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Antusiasme Peserta dan Harapan Ke Depan
Kegiatan Pengembangan Jaringan Sehat Indonesia di Manado ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Berbagai masukan dan saran dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini telah berhasil menjadi jembatan bagi kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Banyak peserta yang berharap program ini dapat diperluas dan diadakan secara berkelanjutan, mengingat besarnya kebutuhan akan penguatan jaringan kesehatan di Sulawesi Utara.
Para peserta juga memberikan apresiasi terhadap PIC kegiatan, Fai Umarama, yang memimpin dengan baik serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Bunda Mimi, selaku Koordinator LKC, juga dinilai berperan besar dalam memberikan arahan serta panduan selama kegiatan, terutama dalam pengorganisasian layanan kesehatan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
Penutup: Menuju Kesehatan yang Lebih Baik
Kegiatan JSI yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Utara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dalam bidang kesehatan adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih besar. Dengan dukungan dari pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Rencana aksi ke depan, yang telah disusun melalui diskusi dan pelatihan selama acara ini, memberikan harapan baru bagi pengembangan layanan kesehatan di Sulawesi Utara. Semua pihak yang terlibat dalam acara ini berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih inklusif, tangguh, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya membawa dampak positif bagi Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia untuk turut serta memperkuat jaringan kesehatan melalui sinergi yang lebih baik.
(***)



