
Tomohon, LestariNews.com- Stenly Kowaas, Ketua Bawaslu Kota Tomohon, meminta Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk memperhatikan seluruh proses pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terkait Pilkada 2024.
Menurutnya, sosialisasi perekrutan harus dilakukan secara intensif sebagai langkah awal penting dari PPS.
Dalam rapat konsolidasi bersama KPU pada Selasa (17/9) 2024, Kowaas menyatakan, “Caranya, PPS mengintensifkan sosialisasi perekrutan KPPS. Sehingga pendaftar banyak, artinya lebih dari kuota kebutuhan tujuh orang dalam satu TPS (tempat pemungutan suara, red). Nah, ketika pendaftar banyak, PPS pasti akan lebih enak membuat pilihan.” jelasnya.
Diakui bahwa peraturan atau keputusan KPU tidak menjelaskan secara rinci bahwa calon anggota KPPS tidak boleh tinggal bersama tim sukses (Timses) atau tim kampanye peserta pemilihan umum. apalagi dirumah tersebut sudah terpasang panji atau bendera partai politik.
Karenanya, Bawaslu Tomohon mengimbau agar PPS lebih memperhatikan hal-hal seperti itu saat merekrut KPPS. Kowaas, yang pernah menjabat sebagai Komisioner KPU, mengatakan bahwa kurangnya sosialisasi akan menimbulkan tantangan. Selanjutnya, kalau hanya ada tujuh orang yang mendaftar. Pada akhirnya, PPS tidak memiliki opsi. Dengan demikian, ketujuh calon anggota KPPS itu harus direkrut.
“Akan tetapi kalau sosialisasinya bagus, pasti pendaftar cukup banyak. Saya yakin PPS akan mendapatkan pilihan KPPS tanpa orang-orang yang tinggal satu rumah dengan Timses atau tim kampanye,” lugas Kowaas usai memberikan materi di kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi pembentukan KPPS yang digelar KPU Tomohon di Lumimpasot Cafe and Hall, kelurahan Matani Dua. (glg)



